Apa Itu Middleware? dan Kenapa Harus Pakai XNarum?
Dari sisi teknis, middleware adalah “penghubung” yang membuat aplikasi, database, dan layanan berbeda bisa saling berkomunikasi dengan rapi.
Kalau integrasi sistem mulai terasa rumit, XNarum diposisikan sebagai platform integrasi (middleware) untuk menyederhanakan pengelolaan API dan koneksi antar-sistem dengan pendekatan no-code/low-code
Pengertian Middleware
Middleware adalah perangkat lunak yang berada di “tengah” untuk membantu komunikasi dan pertukaran data antar aplikasi/komponen yang berbeda, sehingga sistem tidak perlu terhubung secara point-to-point yang kompleks.
Istilah “middleware” sendiri sudah digunakan sejak akhir 1960-an dan kemudian berkembang luas di dunia komputasi modern.
Secara praktis, middleware bisa dianggap seperti penerjemah: tiap sistem boleh “berbahasa” berbeda, tapi alur datanya tetap nyambung.
Kenapa Middleware Penting?
Tanpa middleware, integrasi antar aplikasi sering berujung pada banyak koneksi langsung (point-to-point) yang sulit dirawat saat jumlah sistem bertambah.
Middleware biasanya dipakai untuk membuat integrasi lebih terstandarisasi, lebih mudah diubah, dan lebih terkontrol (misalnya lewat aturan routing, transformasi data, dan kebijakan akses).
Manfaat yang biasanya dicari dari penggunaan middleware:
Produktivitas meningkat karena pola integrasi bisa dibuat lebih konsisten dan tidak “ulang dari nol”.
Integrasi sistem lebih mudah saat harus menghubungkan aplikasi internal dan pihak ketiga.
Kontrol keamanan dan akses bisa lebih terpusat tergantung produk middleware yang dipakai.
Skalabilitas integrasi lebih terjaga ketika traffic, jumlah layanan, atau kompleksitas proses bertambah.
Contoh Middleware Sehari-hari
Konsep middleware sering terasa “abstrak”, padahal banyak bentuknya muncul di aktivitas digital harian. Contoh paling umum adalah komponen yang menjembatani aplikasi web dengan database dan layanan lain, sehingga permintaan user bisa diproses dan dikirim balik dalam format yang dipahami klien (browser/app).
Dalam praktiknya, banyak platform integrasi modern juga berfokus pada pengelolaan API dan koneksi lintas environment agar sistem lebih mudah “diorkestrasi”.
Memilih Middleware yang Tepat
Sebelum memutuskan middleware atau platform integrasi, pastikan beberapa hal ini jelas:
- Kebutuhan fungsional: integrasi data, API management, messaging/asinkron, atau kombinasi.
- Ekosistem sistem: ERP/CRM/core system apa saja yang harus terhubung, dan apakah ada partner eksternal.
- Keamanan & governance: kebutuhan autentikasi, otorisasi, audit trail, serta kontrol akses API.
- Skalabilitas & reliability: target volume transaksi dan kebutuhan high availability.
- Kemudahan implementasi: skill tim (developer-heavy vs citizen integrator) dan kebutuhan percepatan delivery.
Kenapa Pilih XNarum?
Alasan “kenapa harus pakai XNarum” (ketika use-case-nya integrasi sistem/APIs):
-
Pendekatan drag-and-drop/no programming untuk desain dan konfigurasi integration flow (menekan kebutuhan coding di banyak skenario).
-
Web-based platform untuk mengelola flow integrasi, termasuk klaim bisa melakukan deployment tanpa downtime pada konteks tertentu.
-
Fokus menurunkan total cost of ownership: lebih sedikit maintenance dan berkurangnya ketergantungan pada developer khusus untuk menjaga flow integrasi.
-
Automated report generation untuk membantu proses pelaporan/dokumentasi integrasi agar lebih cepat dan mengurangi pekerjaan manual.
-
Arah produk menekankan simplicity, speed, flexibility untuk integrasi dan pengelolaan API agar integrasi tidak jadi “hambatan” inovasi.

